ku rebahkan raga ini
sebab penat tlah menghantuiku
dan gelapnya malam tlah mencaciku
sepertimu…
dengan kata kata indah
atau pun kemesraan akan waktu
sejenak ku berfikir dalam lamunan
akan fajar pagi
akan sayapnya mentari
tak jua ku rasakan sama
akan waktu itu
ketika gempa itu terjadi
hingga saat ini
tubuh ini tak jua jenak
tak jua tenang
bergetar tanpa arah
melemah penuh kepastian
sejenak ku tatap matahari
doaku tiada putus untuk Nya
bukanlah untukku
tapi untuk Sang Sulung
bahwasanya peluh ini adalah doaku
air mata ini adalah novenaku
supaya tak kau lalui ini anakku
sujud syukurku
saat sakaratul maut datang
berdiri gagah untukku
ku ingin melihatmu bahagia
anakku….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar