Senin, 29 September 2008

ku rebahkan raga ini

sebab penat tlah menghantuiku

dan gelapnya malam tlah mencaciku

sepertimu…

dengan kata kata indah

atau pun kemesraan akan waktu

sejenak ku berfikir dalam lamunan

akan fajar pagi

akan sayapnya mentari

tak jua ku rasakan sama

akan waktu itu

ketika gempa itu terjadi

hingga saat ini

tubuh ini tak jua jenak

tak jua tenang

bergetar tanpa arah

melemah penuh kepastian

sejenak ku tatap matahari

doaku tiada putus untuk Nya

bukanlah untukku

tapi untuk Sang Sulung

bahwasanya peluh ini adalah doaku

air mata ini adalah novenaku

supaya tak kau lalui ini anakku

sujud syukurku

saat sakaratul maut datang

berdiri gagah untukku

ku ingin melihatmu bahagia

anakku….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar