Selasa, 14 April 2009

Aku bertanya wahai kau perempuan,
Adakah kau kan brikan putra kandungmu
Untuk kami yang blum tentu mengenalmu?
Akan kami, yang menaruh azab di dirimu?
Dan akan kami yang hanya mau di mengerti??
Tanpa mau mengertimu….
Jikalau dapat kau putar waktu,
Mencari kekasih surgawi yg kita anggap semu
Adakah kau berkenan serahkan putra sulung mu
Tuk menebus kami yang tlah beribu kali menusukmu
Aku bertanya kepadamu wanita,
Adakah dapat kau tukar nyawa untuk menebus kami?
Manusia ber otak, otot namun tak berhati?
Mengapa kau mau serahkan putramu di kalvari
Ku coba dalami fikiranmu…
Apa yg kau fikirkan kala itu??
Apa yang kau ucap waktu itu???
Maria…
Maria..
Tak cukup waktuku hidup mengenalmu,
Dan mencoba mendalamimu…
Terpujilah namamu di antara para wanita, maria…
Aku mengenal bahasaMu Tuan…
Bahasa dari lahirnya segala batasan…
Akan jiwa, akan sedikit akal dan fikiran
Bahwa bahasaMu adalah universal
Bahasa belas kasih namun tegas
Bahasa akan kerinduan akan kebenaran
Ataupun tangisan kesedihan kemiskinan
Tiada yang manusiawi di diriMu
Tiada dapat di cerna akan waktu
Di logika oleh ketololan manusia
Tapi dengan rendah hati Kau mengerti kami
Adakah yang masi dapat kami beri???
Hanya dosa dan mengingkari diri
Akan diri kami kepada Mu…
Akan waktu,
Akan hari yang berlalu

Rabu, 08 April 2009

adakah dirimu lebih setia dari anjing?
sudikah kau jika ku pinta nyawa?
adakah kau keberatan jika menjagaku hingga pagi?
adakah kau mampu tuk siaga dalam lelapmu?
adakah kau mau makan sisa makananku?
adakah kau tahan tuk merasa terbuang???


atau????
hanya binatang jalangkah dirimu?
yang hanya turuti emosi tuk sesaat
berjuang menggapai mimpi yang terbeli
dimana orang berjuang dengan peluhnya
kau berjuang dengan terlentang ataupun mengeluh?
menjadi tumbal akan zaman
adakah masi kau dengar suaraku?
menasehati bumi tanpa henti?????


urapi dirimu dan matilah di dasar bumi hai kau ular beludak!!!!
gadis cantik untuk orang kaya...

sejenak ku renungi kata ini
kata sederhana yg buktikan arti Mu
dunia seakan bukan lagi milikMu Sahabat

aku percaya padaMu Sahabat..
bahwa sebelum dunia di jadikan
Kau tlah tulis apa yang jadi takdir kami
dan kau beri kebebasan tuk memilih
dalam ke dunguan kami memilih
dan Kau menemani walau tlah kami sakiti

sejenak ku selami nurani
akan hal ini dan esok hari,
adakah kau hadir di hati?
adakah kau hanya terlentang menunggu mati?

baik diriku sedikit memahami cinta
cinta dimana orang memberi tanpa harap menerima
cinta dimana rasa sakit bukan lah halangan
dan perbedaan adalah kudus adanya




dari diriku untuk wanita yg mendamba si kaya....