ku lihat tubuh tegar itu tampak layu
mata itu tak sebening dulu
kadang ku bertanya dalam diriku
adakah di dalam itu benar km?
manusia tegar waktu itu
seorang penuh kesederhanaan
yang berkata "tenanglah"
untuk pertama kali
seorang yang sederhana
yang berikan pengabdian tanpa tapi
seorang yang ajari ku cinta
dengan sangat sederhana
dalam kesendirian
dan cercaan manusia laknat
dengan wujud malaikatnya
kau ajariku hadapi hidup
dan kematian adalah jawaban pasti
dan tiada ketakutan
itu bisikmu kala itu
kini ketika jemarimu bergetar
dan berdiripun….
seakan kau tak mampu
aku tau makna kata itu Tuhan,
semoga aku masi ada waktu...
tuk ku berkata aku bangga jadi anakmu