kita duduk di tempat yang sama saudaraku…
dimana sejenak kita pikirkan masa depan…
masa depan milik kita…
enggan biasanya ku sebut kata-kata itu di tempat ini…
sebab ke semu an hati pun tlah membeku…
dimana bibir mengucap tapi hati menyangkal…
hanya ke egoisan diri terpacar dengan gagahnya…
bersanding dengan ketinggian hati tuk menjawabnya…
"slamatkan aku….slamatkan aku…."
itu erangan kenikmatanmu saudaraku…
dan ketika kembali ku bertanya,..
lalu apakah yang hendak kau lakukan padaku stelah ini??
kudapati jawab pasti…
entahlah…karena akupun belum selamat…
kau urusan nanti…
saat aku ingat…
kan kuberikan terima kasihku…dan senyum hanya untukmu…
itu saja…
karena itu upah ku…
itu yang kamu pikirkan…
hanya itu…
karena satu jiwa pun berarti…
buatku…
itu beda kita…