ingin ku melihatmu
merasakan jalan itu
selami mata itu
merasakan getarannya
menikmati jeritannya
sayatan kasih
bahwa kamu adalah luar biasa
bidadari
untukku
semangatku
sungguh
aku sayang km
lihat, baca, dan kagumi saya....
ingin ku melihatmu
merasakan jalan itu
selami mata itu
merasakan getarannya
menikmati jeritannya
sayatan kasih
bahwa kamu adalah luar biasa
bidadari
untukku
semangatku
sungguh
aku sayang km
aku rindu
segala gelak tawamu
segala senyum di bibirmu
segala hal tentangmu
segala cerita
hanya milikmu
dan milikku
tentang kita
sedemikian rupa
hingga kamu di sana
tetaplah
kaulah yg terindah
terima kasih cinta
Terima kasih atas segalanya
atas segala hal dalam diri
segala hal dalam memberi
dalam hal kecil
ataupun besar
bahwa kamu di sana
terbelenggu cinta
menjadi satu dalam ruang
selamat ulang tahun diriku
nikmati "kenikmatan"mu
terima "suguhan"ku
berdirilah kalau kau bisa
selamat malam saudaraku?
biarkan sejenak ku ucap selamat datang,
di satu sudut hati yang tak pernah terjamah…
apa yang hendak kau lakukan padaku saudaraku?
apakah yang kau pikir ketika namaku hadir?
sebab kau tau apa yang ku pikir?
apakah aku masih pantas untuk ini semua?
apakah masih ku milikmu?
apakah yang kau pikir ketika semuanya terjadi?
untuk semua yang tlah ku lakukan?
ketika semua tlah ku lalui?
aku ingin mencinta lagi…
seperti dulu…
ketika awan ini blum begitu gelap
atau hujan blumlah sempat turun…
dan ketika semuanya belumlah berubah
‘aku kangen kamu non…’
kata itu lah yang lupa ku selipkan…
karena pada saat masih ku lihat senyum itu
ku terlupa tuk berkata betapa bahagianya
ketika anugrah itu datang padaku
untuk mengenalmu…
berbagi sedikit waktu…
terutama ….
melihat senyum itu…
indah…
sangat indah…
walau sangat dingin…
bersama tatapanmu itu…
kau special non…
sangat special…
di hatiku…
Tuhan memberkatimu…
saat ini…
ketika malam pun tiba…
masih ku lihat pesan itu…
sangat singkat…
bermakna untuk ku…
jadikanlah ku tungkumu…
ketika dingin itu melandamu…
karena aku pun malakukannya…
ataupun pensil kecil…
di antara banyak pena di sekitarmu…
walau aku tak begitu berarti bagimu….
kita duduk di tempat yang sama saudaraku…
dimana sejenak kita pikirkan masa depan…
masa depan milik kita…
enggan biasanya ku sebut kata-kata itu di tempat ini…
sebab ke semu an hati pun tlah membeku…
dimana bibir mengucap tapi hati menyangkal…
hanya ke egoisan diri terpacar dengan gagahnya…
bersanding dengan ketinggian hati tuk menjawabnya…
"slamatkan aku….slamatkan aku…."
itu erangan kenikmatanmu saudaraku…
dan ketika kembali ku bertanya,..
lalu apakah yang hendak kau lakukan padaku stelah ini??
kudapati jawab pasti…
entahlah…karena akupun belum selamat…
kau urusan nanti…
saat aku ingat…
kan kuberikan terima kasihku…dan senyum hanya untukmu…
itu saja…
karena itu upah ku…
itu yang kamu pikirkan…
hanya itu…
karena satu jiwa pun berarti…
buatku…
itu beda kita…
entah sejak kapan kata ini muncul…
kata sederhana yang mencerminkan dirimu…
sebab senyum itu tak lagi milikku…
ke ceriaan itu bukanlah lagi milikku…
cerita indah dalam dinginnya senyum itu…
kau begitu indah bagiku…
tapi tak lagi ku temui…
rindu akan smua itu adalah kepastian…
rindu akan kehangatan itu adalah ke jujuranku…
maaf…
sangat sederhana yang kala itu ku ucap…
tapi itu tidaklah cukup…
tuk luluh kan segala kesalahanku…
kini lama tak kudengar suara itu…
panggil namaku yang tak biasa…
ataupun senyuman itu…
yang orang lain tak biasa…
terima anugrah tuk melihatnya…
aku kangen kamu non…
smua hal tentang kamu…